Minggu, 28 November 2010

Kumpulan Pantun Minang


Disusun Jari Nan Sapuluah, Ditakuakan Kapalo Nan Satu, Dihujamkan Lutuik Nan Duo.
Kapado Allah Ampun Dimintak, Sambah Dianta Dipuhunkan.
Kapado Penghulu Pamangku Adat, Bilal Maulana jo Tuanku, Nan Manjunjuang Soko Dalam Adat, Sarato Imam Dan Khatib, Nan Mudo Pambimbiang Dunia, Bundo Kanduang Samo Di Dalam, Sarato Sanak Kasado Nyo..,


Buruang Balam Buruang Barabah
Tabang Tinggi Ka Pohon Jati
Sairiang Salam Jo Sambah
Izinkan Ambo Mampakenalkan Diri

Sairiang Balam Nan Jo Barabah
Singgah Subanta Di Ateh Kayu
Tarimo Lah Salam Nan Jo Sambah
Dari Ambo Syof Rank Melayu

Mamikek Balam Ka Dalam Rimbo
Balam Tapikek Di Hari Sanjo
Jawek Lah Salam Dari Ambo Ko
Untuak Dunsanak Ka Sadonyo


Biriak Biriak Turun Ka Samak
Tibo Di Samak Mancari Makan
Dari Niniak Turun Ka Mamak
Dari Mamak Turun Ka Kamanakan

Maraok Balam Ka Dalam Samak
Tibo Di Samak Di Kaja Sipasan
Bapasan Ambo Ciek Ka Sanak
Adat Budayo Kito Jan Lah Sampai Dilupokan


Anak Urang Di Pasa Rao
Pai Ka Pasa Mambali Lado
Kuak Buliah Pintak Jo Pinto
Izinkan Ambo Bapantun Di Siko

Kudo Balang Pai Pulang
Di Bawo Anak Si Urang Baso
Tando Nyo Kito Urang Minang
Elok Budi Sopan Bahaso

Pai Ka Rimbo Mamikek Balam
Pulang Ka Rumah Di Hari Sanjo
Dima Badan Indak Ka Mandamam
Jikok Takana Kampuang Nan Jauah Di Mato

Taratak Gunuang Pasaman
Di Caliak Di Hari Sanjo
Kok Taragak Diak Usah Bapasan
Dalam Mimpi Kito Basuo


Duo Tigo Kuciang Balari
Kancang Lari Nyo Kuciang Balang
Duo Tigo Lah Den Cari
Indak Sarupo Jo Nan Hilang


Taluak Bayua Ikan Nyo Jinak
Urang Mamapeh Di Ateh Sampan
Ayam Sa Ikua Musang Nyo Banyak
Raso Ka Lapeh Nan Dari Tangan

Nan Basi Bari Bahulu
Diasah Mangko Bamato
Bakawan Kito Dahulu
Kog Lah Iyo Baru Bacinto


Buruang Balam Tabang Ka Rimbo
Tibo Di Rimbo Hinggok Di Rantiang
Sabana Malang Denai Bacinto
Urang Nan Den Cinto Lah Bapaling


Sabana Manih Si Buah Manggih
Dimakan Urang Di Hari Sanjo
Di Tangah Malam Mato Manangih
Takana Adiak Bapaliang cinto


Janiah Aia Nyo Batang Pasaman
Tapian Mandi Rang Mudo Mudo
Adiak Kok Lapeh Nan Dari Tangan
Denai Cari Pangganti Nyo


Luruih Jalan Ka Payokumbuah
Babelok Jalan Ka Biaro
Dima Hati Indak Ku Rusuah
Nagari Wak Tiok Subanta Dihoyak Gampo


Buruang Nuri Tabang Malayang
Singgah Sabanta Di Dalam Rimbo
Dima Duduak Adiak Tabayang
Baitu Bana Sungguah Nyo Cinto


Singkarak Koto Nyo Tinggi
Asam Pauah Dari Subarang
Awan Bararak Den Tangisi
Takana Badan Jauah Di Rantau Urang


Batang Sicerek Di Tapi Banda
Kok Rabah Tolong Tagak kan
Ambo Ketek Baru Baraja
Kok Salah Tolong Tunjuak kan

Senin, 22 November 2010

Bendungan Panti-Rao, Ampang Gadang, Pasaman

Bendungan Panti-Rao terletak di Kabupaten Pasaman, mempunyai areal layanan seluas 8.300 Ha, menggunakan sumber air dari Batang Sumpur, lokasi bendung terletak di desa Ampang Gadang, Kecamatan Panti Kabupaten Pasaman.Type Bendung tetap dengan dua intake kiri dan kanan mulai dibangun pada tahun 1991-1992 kemudian sebagian Saluran Induk dan sekunder juga dibanguna selama periode 1991-2002 dengan menggunakan dana APBN, pada Tahun 2004 dengan menggunakan Dana JBIC Loan IP-505.
( sumber: www.sumbarprov.go.id )











( Pictures By: Syof Rank Melayu )

Minggu, 07 November 2010

Objek Wisata Museum Tuanku Imam Bonjol " Pasaman "


Museum Tuanku Imam Bonjol berdiri megah di Kecamatan Bonjol, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat.Museum ini berisi benda-benda bersejarah terkait Perang Paderi yang dipimpin Tuanku Imam Bonjol melawan Belanda.

Nama Imam Bonjol telah tercatat sebagai pahlawan yang mengobarkan perang besar melawan Belanda pada awal abad ke-19.

Bonjol adalah salah satu daerah yang di lalaui oleh garis khatulistiwa dan tepat di dalam area Museum Tuanku Imam Bonjol Tersebut. 




Peluang Investasi Usaha Bagi Hasil Peternakan Sapi " SUMBAR "

image

Mulai hari ini saya membuka peluang kepada siapa pun yang berminat dan di mana pun Anda bertempat tinggal untuk ikut serta dalam investasi usaha bagi hasil peternakan sapi Simental skala rumah tangga.

Memang, di Indonesia tersedia berbagai trah sapi yang dapat diternakkan - sapi kampung, sapi Madura, sapi Bali, sapi Peranakan Ongole (PO), sapi Brahma, sapi Limusin, dan sapi Simental. Namun demikian, dari beberapa trah sapi ini, saya memutuskan untuk memilih sapi Simental karena keunggulan pertumbuhannya yang cepat dan harga jualnya yang tinggi.

Saat ini harga pedet sapi Simental betina umur 5 hingga 7 bulan sekitar Rp7.000.000 (tujuh juta rupiah) dan sapi Simental jantan umur 10 bulan hingga setahun sekitar Rp10.000.000 (sepuluh juta rupiah).

Sekarang mari kita kembali ke laptop.:)

Konsep investasi bagi hasil peternakan sapi Simental ini merupakan usaha peternakan gotong royong. Artinya, beberapa orang investor bisa menggabungkan uangnya untuk membeli seekor sapi Simental. Namun demikian, satu orang investor juga boleh menyetor dana untuk pembelian satu ekor sapi Simental.

Dibandingkan dengan sapi Bali, harga bibit sapi Simental memang jauh lebih mahal. Namun demikian, harga jualnya setelah besar nanti juga jauh lebih tinggi. Nilai investasi untuk satu ekor pedet sapi Simental berumur 5 hingga 7 bulan adalah Rp7.000.000 (tujuh juta rupiah) dan sapi Simental jantan umur 10 bulan hingga satu tahun Rp10.000.000 (sepuluh juta rupiah).

Ada dua pola investasi yang saya tawarkan dalam usaha bagi hasil peternakan sapi Simental ini: gotong royong dan perorangan. Dalam pola gotong royong, beberapa investor menggabungkan dananya untuk pembelian seekor sapi Simental. Sebaliknya, dengan pola perorangan, seorang investor sendiri saja menanggung dana pembelian satu ekor sapi Simental.

Nilai investasi minimum per investor adalah Rp1.250.000 (satu juta dua ratus lima puluh ribu rupiah) apabila beberapa investor ingin bergotong royong untuk pembelian satu ekor pedet sapi Simental umur 5 hingga 7 bulan atau sapi Simental jantan umur 10 bulan hingga satu tahun.

Dengan demikian, dalam pola investasi gotong royong ini, jumlah investor minimum dua orang, yang masing-masing menyetor Rp3.500.000 untuk pembelian satu ekor pedet sapi Simental betina, atau masing-masing menyetor Rp5.000.000 untuk pembelian seekor sapi Simental jantan umur setahun atau kurang, dan maksimum lima orang, di mana tiga orang menyetor Rp1.500.000 dan dua orang menyetor Rp1.250.000 untuk pengadaan pedet sapi Simental betina, atau delapan orang, yang masing-masing menyetor Rp1.250.000 untuk pembelian sapi Simental jantan umur setahun atau kurang.

Investor bisa juga sendiri saja menanamkan modalnya untuk pembelian seekor sapi Simental. Untuk pola perorangan ini, investor menyetorkan dana Rp7.000.000 (tujuh juta rupiah) untuk pembelian seekor pedet sapi Simental betina atau Rp10.000.000 (sepuluh juta rupiah) untuk pembelian sapi Simental jantan umur satu tahun atau kurang.

Saat ini, kandang yang tersedia dapat menampung sepuluh ekor sapi Simental. Namun demikian, pada tahap awal ini, saya berencana membeli dua ekor sapi Simental betina dan tiga ekor sapi Simental jantan.

Sapi Simental ini nanti akan dipelihara dengan sistem peternakan semi-intensif, yaitu selain dikandangkan sapi juga dilepas di padang rumput agar mendapat kesempatan untuk bergerak bebas sambil mencari makan sendiri.

Dari jam sembilan pagi sampai jam empat sore sapi dilepas di padang rumput. Dari jam empat sore sampai jam sembilan pagi sapi dikurung di kandang.

Pakan yang diberikan berupa rumput liar yang tersedia di padang rumput, rumput gajah, dedak padi halus, sagu batangan segar yang dicincang, ampas tahu segar, mineral, dan probiotik.

Untuk pemeliharaan kesehatan, dokter hewan langganan kami datang secara berkala setiap tiga bulan atau kapan saja bila diperlukan (kalau ada gangguang kesehatan sapi).

Jadi, dalam usaha bagi hasil peternakan sapi Simental ini, investor bertanggung jawab menyediakan dana untuk pembelian sapi Simental betina atau jantan; saya berkewajiban menanggung biaya pembuatan kandang, penyediaan dan penanaman bibit rumput gajah, pembelian dedak padi halus, sagu batangan segar, ampas tahu segar, mineral, dan probiotik, serta pemeliharaan kesehatan sapi; kewajiban Uda Buyuang Nurfal adalah menyediakan lahan dan memelihara sapi.

Demikianlah uraian konsep usaha bagi hasil peternakan sapi Simental yang saya tawarkan. Kalau dibandingkan dengan keuntungan yang diperoleh dari bunga deposito bank (maksimum 7%, belum dikurangi potongan biaya administrasi bulanan dan inflasi), persentase bagi hasil dalam usaha peternakan sapi Simental ini sangat jauh lebih besar (40% bersih).

Memang, yang namanya usaha sektor ril melibatkan risiko tertentu. Namun demikian, perlu diingat bahwa semakin besar potensi keuntungan yang akan diperoleh dalam suatu usaha ekonomi, semakin besar risiko yang dihadapi.

Karena itu, dalam usaha bagi hasil peternakan sapi Simental ini, keuntungan dinikmati bersama, dan kerugian ditanggung bersama.

Walaupun begitu, dengan kandang yang memenuhi syarat peternakan yang baik serta pemeliharaan kebersihan kandang harian, pemilihan sapi Simental betina dan jantan dengan kualitas terbaik, penyediaan pakan bergizi tinggi (rumput gajah dan konsentrat - dedak padi halus, sagu batangan segar, ampas tahu segar, mineral, dan probiotik), dan pemeliharaan serta pemeriksaan kesehatan berkala oleh dokter hewan, insyaallah risiko gangguan kesehatan atau kematian sapi tertekan sampai tingkat minimum.

Sumber: http://disnak.sumbarprov.go.ig/BIB Tuah Sakato

Potensi Ternak Sapi Potong Di Pasaman













Kabupaten Pasaman merupakan salahsatu daerah yang diproyeksikan menjadi penghasil ternak sapi potong di Sumbar. Terbukti disetujuinya keinginan Pemkab Pasaman menjadikan ternak sapi sebagai kegiatan unggulan oleh Pemprov Sumbar dan pemerintah pusat. Tinggal sekarang political will Pemkab untuk merealisasikan hal tersebut.
”Alam Pasaman sangat potensial sebagai lokasi pengembangan peternakan. Tak hanya sapi, tapi juga kambing, itik dan ayam. Sejak duet kepemimpinan Yusuf Lubis-Hamdy Burhan usaha bidang ini menjadi salahsatu andalan. Malah jelas-jelas kini terlihat adanya political will Pemkab Pasaman terhadap pengembangan peternakan,” urai Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Pasaman "Syafrialis, beberapa waktu lalu. Saat ini setidaknya terdapat 9.000 ekor populasi ternak yang berada di 12 kecamatan dan 32 nagari. Jika dilihat dari luas lahan yang ada, setidaknya terdapat sekitar 34.000 ha yang sangat potensial untuk peternakan sapi. Usaha ini didukung adanya tiga Puskeswan yang berada di Tigo Nagari, Lubuksikaping dan Rao.

Selain itu, tambah Syafrialis kini di Pasaman terdapat lima Pos Insimunasi Buatan (IB), yakni di Tigo Nagari, Lubuksikaping, Panti, Rao, Dua Koto dan Banjol. Pada sisi lain, Dinas Perikanan dan Peternakan kini juga memiliki dua orang dokter hewan, tujuh orang paramedis, dan sembilan orang PPL. ”Ini dilakukan untuk menunjung keberpihakan daerah terhadap peternakan sapi di Pasaman,” ungkap Syafrialis. Pada sisi lain, Syafrialis melihat adanya political will Pemkab Pasaman ditopang dengan kerja keras semua lapisan masyarakat Pasaman.

Sehiungga usaha ini mulai menggeliat. Buktinya, dalam lomba kontes sapi tingkat Sumbar tahun 2006 Pasaman berada pada urutan ke-2 dan kontes ternak pada bulan bakti peternakan dan kesehatan hewan Sumbar 2007 di Sungai Sarik, Padangpariaman tanggal 9-11 September lalu, Pasaman meraih juara pertama jenis sapi Bali jantan kategori jantan dewasa. Atas dasar itulah sekarang ini usaha ternak masyarakat berjalan secara terprogram di 12 kecamatan dan 32 nagari. Bahkan, sebagian kelompok dan perorangan telah melakukan usaha ternak sapi dengan kesadarannya. Di tingkat ini, sebagian warga telah menjadikan ternak sapi sebagai usaha sungguhan, bukan usaha sampingan lagi.

Sebenarnya usaha bidang peternakan sapi potong tambah Syafrialis lagi, sangat besar peluangnya dalam meningakatan ekonomi rakyat. Jika benar-benar usaha ini dilakukan, hasilnya cukup fantastis dan secara rasio bisnis ini sangat menguntungkan. ”Sebelum ini banyak masyarakat yang melakukan usaha penggemukan sapi, tetapi pengolahannya belum sesuai standar peternakan secara proporsional. Ke depan, kita ingin pelaku usaha ini benar-benar siap bekerja keras, mau belajar sesuai standar prosedur peternakan.

Kini, hampir semua kecamatan warganya suka beternak, baik sapi, kambing, itik, dan ayam. Namun, Kecamatan Tiga Nagari bakal dijadikan sebagai sentranya peternakan sapi di Pasaman. Sedangkan kecamatan-kecamatan lainnya dikembangkan sesuai dengan ternak yang sesuai dengan kondisi alamnya. ”Ini tentu sesuai dengan konsep pemberdayaan daerah sesuai dengan potensi alam yang dimilikinya,” ungkap Syafrialis. Berdasarkan analisa, tambah Syafrialis, sebenarnya usaha atau bisnis peternakan ini sangat diminati masyarakat dan pasar ternak cukup menjanjikan.

Namun yang sering menjadi kendala, pengembalian pinjaman pokok dan bunganya tenggang waktunya melalui bank sangat singkat. Inilah yang mematikan usaha jenis satu ini. Maunya kalau bisa diberi tenggang waktu pengembalian bagi peternak (kreditor ternak, red). Misalnya, diberi waktu pengembangan cicilan pada tahap start 6 bulan atau satu tahun. ”Jika ini disepakati, kita yakin petani ternak di Pasaman bakal berhasil dan usaha jenis ini akan menjadi salahsatu pilihan masyarakat. Di sinilah perlunya keberpihakan Pemkab Pasaman terhadap peternak,” tukasnya. kutipan : www.padangekspres.co.id

 Sumber: http://disnak.sumbarprov.go.id